Category Archives: Suara Dapil

08Apr/15
22ahmad-hatari1.jpg

Ahmad Hatari : Reses Demi Pengembangan Potensi Maluku Utara

Dalam reses di dapilnya, Hatari menggelar pertemuan dengan warga masyarakat dibeberapa tempat untuk menyerap aspirasi dan persoalan-persoalan yang dihadapi masyarakat.

Selain bertemu dengan konstituen di Dapilnya, Hatari Juga membuat pertemuan dengan Walikota, Wakil Walikota Ternate, beberapa kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate, dan beberapa anggoa DPRD Kota Ternate yang berlangsung di aula kantor Walikota Ternate.

Dihadapan Pemerintah Kota Ternate, Hatari menanyakan soal fiscal capacity atau kapasitas fiskal daerah, berapa besar APBD per tahun dan perbandingan dari tahun ke tahun. Pada pertemuan tersebut, Pemkot Ternate menjanjikan akan memberikan data-data, termasuk program-program penting dan mendesak bagi Pemkot Ternate. Hatari menyampaikan bahwa ia akan membawa persoalan ini di komisi terkait DPR RI.

Pada reses yang dilakukannya ia melakukan banyak pertemuan dan diskusi baik formal maupun non formal dengan warga masyarakat di Maluku Utara. Dari pertemuan yang dilakukannya, ia mencatat banyak potensi yang dimiliki Maluku Utara.

Sebagai wakil dari Maluku Utara yang memiliki kewajiban untuk menyuarakan kepentingan daerahnya, Hatari mencatat beberapa potensi besar yang ada diwilayahnya. Potensi-potensi ini yang akan ia perjuangkan untuk menjadi program-program pembangunan pemerintah. Terlebih lagi, pemerintah sekarang sedang giat membangun Indonesia wilayah timur yang selama ini sering menjadi prioritas kesekian dari pemerintah sebelumnya.

Di Maluku Utara, Hatari menemukan potensi yang besar dari sektor kelautan dan perikanan, pertambangan dan energi dan tidak lupa sektor pariwisata.

Dari laporan masyarakat dan pemerintah kota, Ia mendapati bahwa Maluku Utara memiliki lebih dari 140.679.80 ton sumber daya protein dari Ikan.  Dari potensi yang demikian besar ditetapkan bahwa jumlah tangkapan yang dibolehkan adalah 56.572 dengan potensi pelestarian sebesar kurang lebih 70.340 ton. Tak heran jika Maluku Utara meminta penetapan Perpres sebagai lumbung ikan nasional (LIN) karena keunggulannya dalam perikanan khususnya Tuna dan cakalang.

Dibalik potensi yang besar, ternyata nelayan di Maluku Utara masih mengalami berbagai kendala pengelolaan potensi sumber daya alam yang dimilikinya.  Sarana dan prasarana alat tangkap yang kurang memadai, ditambah kurangnya pengawasan atas illegal fishing membuat masyarakat tidak dapat menikmati hasil sumber daya alamnya secara maksimal.

Disamping itu, minimnya pengetahuan masyarakat soal pemijahan dan teknik budidaya membuat masyarakat juga kurang dapat memaksimalkan potensi yang ada di Maluku Utara.  

Menanggapi hal ini, Hatari mengemukakan beberapa rencana yang akan dilakukannya. Mulai dari pengembangan perikanan tangkap, pengembangan perikanan budidaya, Pembangunan Pelabuhan Pendaratan Ikan, Pengembangan Kualitas SDM, dan Pemb. Prasarana dan Sarana perikanan.

Di Halmahera Selatan, Hatari mencatat potensi di bidang Ketahanan Pangan.  Disini terdapat potensi lahan yang juga begitu besar untuk tanaman pangan semusim. Permasalahan yang dihadapi masyarakat selain minimnya sarana dan prasarana tanam, terdapat juga masalah batas kawasan hutan lindung dan masalah lainnya.

Tentu saja, Hatari sebagai wakil rakyat disana berupaya untuk mencari solusi terbaik atas masalah-masalah yang dihadapi masyarakat. Ia menyampaikan beberapa rencana tindak lanjut masalah mulai dari pembangunan sarana irigasi, pencetakan sawah, pengadaan saprodi panen dan pasca panen, hingga pelatihan-pelatihan yang diperlukan masyarakat.

Dalam bidang pariwisata, Hatari menyampaikan rencananya untuk memajukan potensi pariwisata alam yang ada di Maluku Utara. Langkah yang menurutnya diperlukan untuk pengembangan pariwisata salah satunya adalah pembangunan dermaga untuk mengkoneksikan lokasi-lokasi pariwisata. Disamping itu ia juga menekankan perlunya pembangunan sarana dan prasarana pendukung pariwisata.

Hatari juga mengemukakan perlunya pembangunan potensi pertambangan dan energi yang dimiliki Maluku Utara. Patut dicatat bahwa Maluku Utara memiliki potensi 149 MW. Harapan masyarakat untuk terwujudnya pembangunan pertambangan dan energi, disampaikan dalam bentuk permintaan untuk percepatan lelang pusat dan provinsi dan koordinasi dengan PLN, Percepatan pembangunan dan dukungan infrastruktur pendukung dan percepatan Perijinan kawasan hutan.

Untuk itu Hatari menyampaikan rencananya untuk mendorong pemerintah untuk membangun smelter, PLTS, peningkatan kapasitas PLTD, hingga pemanfaatan potensi angin dan air sebagai pembangkit tenaga listrik pedesaan di pulau-pulau terpencil.