Category Archives: Partai Nasdem

16Jan/18
Johny G Plate-DPP Partai NasDem

Setiap Parpol Wajib Mencegah Adanya Mahar Politik

Jakarta – Sekretaris Jenderal Partai NasDem, Johnny G Plate menilai besarnya biaya mahar dalam proses pencalonan kepala daerah berpotensi menimbulkan praktik korupsi. Ketika terpilih, mahar membuat para calon kepala daerah memiliki tanggungan beban untuk mengganti biaya yang tinggi saat proses pencalonan dirinya.

“Kami di dalam interview para calon, kami mendapat kesan memang untuk mendapatkan dukungan, rekomendasi atau surat keputusan itu biayanya besar tidak saja untuk kabupaten/provinsi tapi juga pusat. Besar sekali luar biasa,” ujarnya di Jakarta, Minggu (14/1).

Untuk menghilangkan praktik mahar politik diperlukan kesadaran bersama bahwa mahar menimbulkan dampak buruk bagi proses demokrasi di Indonesia. Johnny menilai, fenomena mahar politik seperti fenomena gunung es.

“Ini biaya mahar ternyata seperti gunung es dimana dilakukan secara massif dan besar sekali,” pungkasnya.

Menurut dia, setiap parpol wajib mencegah adanya mahar politik guna menekan biaya pilkada supaya jangan sampai terlalu mahal. Sebab, dikhawatirkan biaya mahar itu dilakukan secara massif di belakang layar dengan berbagai terminologi.

“Misalnya untuk bayar saksi, kok bayar saksi setor sekarang, setor deposito sebagai dana digunakan untuk kampanye. Kan paslon punya organisasi sendiri setelah dia ditunjuk, bukan diminta sebelum ditunjuk,” jelas dia.

Anehnya, kata dia, partai yang memberlakukan mahar politik di depan layar bilang tanpa mahar tapi sebenarnya di belakang layar memang meminta mahar kepada calon kepala daerah.

“Ini tentu yang kami kritisi, kami tidak mau terjadi seperti itu. Kalau memang mahar sampaikan, jangan bilang di belakang layar ada mahar. Kalau NasDem di depan dan di belakang, politik kami memang tanpa mahar,” tandasnya.

 

09Jan/18
NASDEM DUKUNG EDY - MUSA: Ketua DPW Partai Nasdem Sumatera Utara, Tengku Erry Nuradi (kedua kiri) salam komando dengan bakal cagub Sumut Edy Rahmayadi (kedua kanan) dengan didampingi Sekjen DPP Partai Nasdem Jhony G Plate (kiri) dan cawagub Musa Rajek Syah saat penyerahan surat rekomendasi dukungan dari DPP Partai Nasdem kepada bakal calon pasangan cagub-cawagub Sumatera Utara Edy Rahmayadi (tengah) - Musa Rajek Syah pada Pilkada serentak 2018 di kantor DPP Partai Nasdem di Jakarta, Jumat (05/01). 
MI/USMAN ISKANDAR

Daftarkan Edy-Ijeck, Tengku Erry Negarawan

Jakarta – Salah satu kejutan dalam proses Pilkada 2018 adalah gagalnya Tengku Erry Nuradi maju di Pilgub Sumut. Padahal dia berstatus sebagai petahana. Sejumlah partai yang menarik dukungan membuatnya tidak bisa mendaftarkan diri ke KPU Sumut. Meski demikian, Erry menyatakan legawa.  Dirinya bahkan turut mengantarkan pasangan Edy Rahmayadi-Musa Rajeckshah mendaftar di KPUD pada hari pertama pendaftaran calon kepala daerah.

Saat mendaftar, pasangan yang biasa disebut Edy-Ijeck ini didampingi oleh seluruh partai pengusung, salah satunya Partai NasDem. Erry sendiri adalah Ketua DPW Partai NasDem Sumut. Menyukapi hal tersebut, Ketua Bidang Media dan Komunikasi Publik DPP Partai NasDem Willy Aditya memberikan apresiasinya.

“Tengku Erry memperlihatkan sikap sebagai negarawan. Dia memberikan pelajaran dan keteladanan bagi kita semua bahwa kontestasi pilkada bukanlah segalanya. Di atas itu ada kepentingan rakyat yang lebih penting,” kata Willy, Selasa (9/1) di Jakarta.

Willy yang juga Sekretaris Bappilu Partai NasDem menjelaskan, setiap orang yang menjadi kader partai haruslah siap dipimpin dan memimpin. “Tengku Erry mempraktikkan hal tersebut. Dan kita jarang menemukan politisi yang ikhlas dan berjiwa besar seperti beliau,” tandasnya.

“NasDem memberikan respek yang sangat besar terhadap apa yang dilakukan oleh Tengku Erry. Dan NasDem memang ingin mendorong proses demokrasi ini menjadi lebih kualitatif. Tidak sebatas hanya sampai perebutan kekuasaan semata, melainkan juga mengedepankan kabajikan-kebajikan yang akan dikenang publik sebagai tindakan politik yang mulia,” lanjut Willy.

Penyerahan SK B1KWK dari Partai NasDem diserahkan kepada Edy-Ijeck pada 5 Januari 2018 di DPP Partai NasDem. Prosesnya juga diserahkan pada Tengku Erry sebagai Ketua DPW. Kemudian ketua DPW menyerahkan pada pasangan calon yang diusung.

Pada kesempatan tersebut Tengku Erry, menyampaikan, “Saya berharap, Edy-Ijeck mampu menjaga keberagaman di Sumatera Utara yang terdiri dari berbagai etnis dan golongan. Dan jika nanti terpilih, merangkul seluruh lapisan baik yang mendukung ataupun yang menjadi competitor. Semua itu bertujuan untuk kemajuan Sumatera Utara dan kesejahteraan rakyat.”

Pilkada Sumut sejauh ini akan diikuti oleh tiga pasang calon. Pasangan Edi Rahmayadi-Musa Rajeckshah sendiri diusung oleh Partai NasDem, Golkar, Gerindra, PAN dan PKS.

08Jan/18
emil ganjar

Kombinasi Nasionalis-Santri Tangkal Politik Identitas

Jakarta – Pilkada Serentak Tahap III 2018 diramaikan pasangan kombinasi nasionalis dan santri untuk menghasilkan harmoni sekaligus menangkal siasat politik identitas. Dari banyak calon, sejumlah pasangan merupakan perpaduan dari dua aliran ideologis tersebut. Kombinasi antara nasionalis dan santri antara lain disodorkan Partai NasDem bersama partai politik lain anggota koalisi untuk pilkada di sejumlah daerah.

Untuk pilgub Jawa Barat, misalnya, ada pasangan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum. Ada pula duet Ganjar Pranowo-Taj Yasin Maimun yang siap berkontestasi di pilgub Jawa Tengah.

Sekjen Partai NasDem Johnny G Plate mengatakan figur-figur yang dipilih itu sejalan dengan langkah restorasi Indonesia, yakni menghasilkan pemimpin yang berkualitas.

“Kami ingin adanya komplimentari nasionalis dan santri. Kami tidak ingin terjadi politik identitas, tapi kombinasi yang menghasilkan harmoni,” kata Johnny seusai menyerahkan surat keputusan dukungan kepada Kang Emil-Uu di Kantor DPP Partai NasDem, Jakarta, Minggu, (7/1).

Wasekjen Partai NasDem Willy Aditya menambahkan, dipasangkannya Kang Emil dengan Uu merupakan hasil dari kesepakatan dan melalui road show ke para kiai di Jawa Barat.

“Kami inginkan kombinasi nasionalis-santri secara kultural besar di Jabar,” Willy

Seusai menerima SK, Ridwan Ka-mil mengungkapkan kebahagiaannya karena mendapat dukungan dari Partai NasDem yang dia anggap konsisten memberikam inspirasi dan contoh nyata. Ia katakan, dari hasil survei, elektabilitas dirinya sangat bagus dan konsisten.

Senada dengan Emil, Ganjar Pranowo juga berterima kasih atas dukungan Partai NasDem.

“Setelah Bu Megawati menyampaikan rekomendasi, saya ke sini. NasDem teman koalisi sejati, PPP juga sudah bersama kami dan ini akan menjadi kemajuan,” kata Ganjar.

Ganjar yang nasionalis akan didampingi Taj Yasin Maimun atau Gus Yasin yang santri. Gus Yasin ialah putra ulama karismatik KH Maimun Zubair.

 

06Jan/18
Johny G Plate-Fraksi Partai NasDem-Komisi XI-Daya Beli

Parpol Bukan hanya Zigzag, Terkadang Harus Jungkir Balik

Jakarta – Partai NasDem memandang langkah zig-zag parpol dalam mengusung pasangan calon kepala daerah merupakan hal wajar karena politik selalu dinamis. Hal itu terkait dengan ketentuan UU bahwa syarat pengajuan pasangan calon kepala daerah, yakni minimal punya 20% kursi DPRD atau 25% suara sah yang diraih pada pemilu legislatif sebelumnya, juga karena adanya proses politik di internal parpol yang cenderung menyita waktu.

“Kalau NasDem memang selalu ingin cepat, tapi terukur. Cepat melalui suatu telaah yang mendalam. Kenapa itu kami lakukan, karena gagasan mengenai calon kepala daerah harus ditampilkan di etalase politik,” jelas Sekjen Partai NasDem Johnny G Plate di Kantor DPP NasDem, Jakarta, Kamis, (4/1)

Politisi NasDem inipun berharap partai politik di Tanah Air bisa memanfaatkan waktu secara efektif, khususnya untuk menentukan figur yang bakal berlaga pada perhelatan pilkada serta membentuk koalisi yang ideal.

Johnny menjawab diplomatis ketika disinggung lambannya parpol menentukan pasangan bakal calon kepala daerah lantaran gagalnya kaderisasi di parpol. Menurut legislator asal Nusa Tenggara Timur ini, parpol pada prinsipnya tetap memerhatikan masukan dari daerah serta keinginan konstituen, termasuk kompetensi dan integritas calon.

“Seringkali parpol bukan hanya zigzag, tapi malah jungkir balik menyikapi situasi yang berkembang. Namun, kami harapkan parpol juga membuka diri. Parpol pasti memerhatikan kader di internal, tapi juga harus mau membuka diri agar calon-calon terbaik di wilayah itu mendapatkan kesempatan memimpin daerahnya,” tegas Johnny.

Lebih jauh disebutkan Johnny, tujuan pilkada harus dipahami bahwa bukan untuk menjalankan proses sirkulasi kekuasaan, melainkan demi menghasilkan pemimpin yang berkualitas. Johnnypun mencontohkan NasDem sejauh ini selalu membuka diri untuk mencari pemimpin dengan kriteria yang diharapkan masyarakat.

 

04Jan/18
Ahmad Ali-Fraksi Partai NasDem-Banner

NasDem Komitmen Tolak Politik Transaksional

Jakarta, Media Center Fraksi – Partai NasDem tetap pada komitmennya menolak politik transaksi (mahar) pada pemilihan legislatif, kepala daerah dan pemilihan umum.

“NasDem hadir karena banyak alasan. Salah satu alasan yaitu karena kekuatan politik partai lemah, dikarenakan faktor transaksional,” ungkap Bendahara Umum DPP NasDem Ahmad M Ali, Kamis, (4/1).

Lebih jauh Ahmad M Ali menyatakan, adanya budaya transaksional melemahkan partai politik yang berdampak terhadap menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap partai. Politisi NasDem ini menegaskan Ketua Umum DPP Partai NasDem Surya Paloh telah berkomitmen untuk menolak politik dengan syarat mahar. Ini kemudian menjadi dasar dan alasan NasDem hadir di kancah perpolitikan.

“Kalau Surya Paloh berada di partai politik lain dan kemudian mengkampanyekan tanpa mahar, maka akan sulit diterima masyarakat. Karena, budaya transaksional telah tertanam di masyarakat. Maka Surya Paloh akan susah mengimplementasikan cita-cita idealis itu,” sebut Ka Mad, sapaan akrab Ahmad M Ali.

Selanjutnya, Ka Mad mengatakan, jika ada partai lain yang mengampanyekan politik tanpa mahar, maka masyarakat sulit untuk mempercayai. Karena dinilai terlibat dalam praktek transaksional. Ia menguraikan survei yang dilakukan internal Partai NasDem mengapa sehingga ada korupsi, karena maharnya adalah mahar politik.

“Setiap anak negeri yang memiliki cita-cita, yang ingin membangun bangsa lewat jalur-jalur politik, selalu dibayang-bayangi dengan tingginya mahar politik,” urainya.

Bagaimana tidak, anggota Komisi VII DPR ini menduga untuk mendapatkan dukungan politik pada pemilihan seseorang harus membayar ratusan juta/ kursi.

NasDem ingin melawan budaya ini. NasDem memberikan ruang kepada semua anak negeri bahwa setiap individu memiliki kesempatan yang sama.

“NasDem selalu menjadi faktor integritas figur yang utama, siapapun dia, entah anak petani atau anak pegawai negeri bisa bergabung di NasDem tanpa mahar apapun,” tegasnya.

Hal ini untuk membasmi budaya korupsi, serta tidak memberikan beban kepada anak negeri sehingga dapat mengimplementasi cita – cita idealisnya.

03Jan/18
WIlly Aditya2

NasDem Inginkan Pilgub 2018 Tidak Terjebak Pertarungan Memecah Belah

Jakarta – Pilkada serentak tahun 2018 sudah di depan mata. Bali menjadi salah satu daerah yang akan melakukan pemilihan Gubernurnya tahun ini. Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai NasDem Willy Aditya memastikan bahwa Koalisi Rakyat Bali (KRB) yang dibangun NasDem, Golkar, Gerindra, Demokrat, dan PKS ini bertujuan untuk mengantarkan putra-putra terbaik Bali yang konkret melayani masyarakat.

NasDem bersama Koalisi Rakyat Bali (KRB) bersepakat untuk mengusung Walikota Denpasar Ida Bagus Rai Dharma Wijaya Mantra dan Wakil Gubernur Bali I Ketut Sudikerta untuk menang dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Bali yang akan digelar bulan Juni mendatang.

“Mantra ini figur Walikota yang berprestasi, memiliki dedikasi yang luar biasa bahkan Denpasar diapresiasi banyak lembaga sebagai kota yang inovatif dan bebas dari korupsi, jadi kami dalam proses penjaringan Pilkada di DPP Partai NasDem pertama kali memberikan dukungan Pilkada 2018 ini kepada Rai Mantra itu SK nomor 001,” kata Willy di Program Prime Time News Metro TV, Minggu (31/12).

Partai NasDem menurut Willy, memegang prinsip yang mengedepankan program dan integritas calon yang diusung. Menurutnya pasangan yang diusung KRB kali ini merupakan kombinasi terbaik .  Walikota berprestasi berdampingan dengan Wakil Gubernur inkamben.

Rai Mantra diketahui telah dua periode menjadi Wakil Walikota dan dua periode berikutnya menjadi Walikota Denpasar hingga mendapat apresiasi yang luar biasa, sedangkan Sudikerta merupakan Wakil Gubernur inkamben yang akan kembali mencalonkan diri menjadi Wakil Gubernur Bali bersama Rai Mantra.

“Hal yang menarik ini adalah bukan semata-mata pertarungan blok politik melainkan pertarungan program, ada program yang selama ini dimajukan yaitu ‘Mandara’ aman, damai, dan sejahtera ini merupakan program dari Mangku Pastika yang sekarang notabene Sudikerta adalah Wakil Gubernur yang kembali menjadi Wakil Gubernur dari Rai Mantra,” jelas Willy

Lebih jauh Willy menuturkan, koalisi yang dibangun bersama partai lain termasuk rencana bergabungnya PBB ke dalam Koalisi Rakyat Bali ini merupakan hasil cerminan dan pelajaran dari Pilkada Bali 5 tahun silam yang koalisi saat ini jauh lebih kuat dengan total 28 kursi.

“Ini juga kelanjutan dari 5 tahun yang lalu bahwasanya apa yang dilakukan oleh koalisi ini kalau 5 tahun itu yang menjadi basis pendukung Mangku Pastika adalah Demokrat dan Golkar, tahun ini ditambah Gerindra dan NasDem nah ini menambah kekuatan,” kata Willy

Willy melanjutkan, Koalisi Rakyat Bali akan terus menjaga kebersamaan dan bekerja mensosialisasikan program-program yang ada di samping berharap Rai Mantra dan Sudikerta yang merupakan tokoh besar di Bali dapat melanjutkan program-program yang belum dikerjakan I Made Mangku Pastika termasuk program ‘Mandara’ agar dapat dilanjutkan Mantra dan Sudikerta.

“NasDem melakukan komunikasi bagaimana Pemilu Gubernur 2018 ini benar-benar aman, kondusif tidak kita terjebak dalam pertarungan yang kemudian memecah belah,” kata Willy.

 

29Dec/17
29Taufiqulhadi-nasdem

NasDem Ingatkan Jangan Ada Isu SARA Di Pilgub Jabar

Jakarta – Partai Keadilan Sejahtera, Partai Amanat Nasional, dan Partai Gerindra diminta agar tidak menggunakan isu suku, agama, ras dan antar golongan (SARA) di Pemilihan Gubernur Jawa Barat 2018.

Anggota Dewan Pakar DPP Partai NasDem Teuku Taufiqulhadi menjelaskan, selama tidak menggunakan isu sara maka koalisi reuni itu bukan ancaman bagi Nasdem, Partai Persatuan Pembangunan dan Partai Kebangkitan Bangsa yang telah bulat mendukung Ridwan Kamil di Pilgub Jabar.

“Tidak apa-apa (mereka berkoalisi). Itu kan bagian usaha, asal jangan semua cara dilakukan,” ujar Taufiq, Kamis (27/12).

Menurutnya, isu sara harus dihindari oleh semua pihak, baik kandidat, pendukung maupun parpol pengusung karena akan menciderai nilai-nilai demokrasi. Tanpa menggunakan isu sara, Taufiq yakin dapat memenangkan Kang Emil menduduki kursi Jabar satu.

“Kalau NasDem tidak akan menggunakan isu tersebut. Karena itu adalah bukan isu yang cukup baik dalam rangka kita memberikan pendidikan politik terhadap rakyat, misalnya mengangkat isu agama dan sebagainya,” paparnya.

Taufiqul mengaku akan mengapresiasi koalisi reuni yang digagas PKS, PAN dan Gerindra jika tidak menggunakan isu-isu sara di Pilgub Jabar. Dengan begitu, dia menilai sudah mulai ada kedewasaan berpolitik dalam parpol.

“Kalau misalnya dia tidak mengangkat isu agama, itu adalah baik. Berarti koalisi tersebut adalah koalisi yang berkemajuan,” imbuh Taufiq yang juga anggota Komisi III DPR.

Sumber: http://politik.rmol.co/read/2017/12/28/320078/Nasdem-Ingatkan-Jangan-Ada-Isu-Sara-Di-Pilgub-Jabar-

29Dec/17
gp nasdem maulid nabi

Garda Pemuda NasDem Tegaskan Dukungan untuk Palestina

Jakarta – Garda Pemuda NasDem (GP NasDem) menegaskan dukungannya terhadap perjuangan bangsa Palestina dalam melawan langkah sepihak Amerika Serikat yang mengakui Yerussalem sebagai ibukota Israel. Pernyataan tersebut mengemuka dalam acara Peringatan Maulid Nabi dan Muhasabah Akhir Tahun DPP Garda Pemuda NasDem yang digelar di Auditorium DPP NasDem, Jalan RP Suroso 44 Gondangdia Lama, Cikini, Jakarta, Kamis (28/12).

“Posisi kami jelas, masalah Palestina merupakan masalah kemanusiaan yang sudah melewati batas akal sehat, sehingga perlu mendorong solusi dua negara yang berdampingan melalui meja perundingan, bukan sikap sepihak seperti yang dilakukan Pemerintah AS, karenanya melalui Ketum Garda Pemuda NasDem Prananda Surya Paloh yang juga anggota Komisi I DPR RI, kami terus dukung perjuangan rakyat Palestina,” kata Ketua Bidang Agama dan Kebhinekaan Chepy Aprianto.

Sekjen GP NasDem Moh Haerul Amri menyatakan, Peringatan Maulid Nabi Muhammad ini bukan sekedar seremoni belaka, akan tetapi penting bagi kami untuk meneladani peran Rasulullah di usia mudanya.

“Bagi kami, Rasulullah adalah tauladan terbaik bagi Pemuda NasDem, karena di usia mudanya Rasulullah sudah melakukan sejumlah tauladan yang menginpirasi anak muda, lihat saja bagaimana di usia mudanya Rasulullah sudah berdagang ke Syam dan menjadi pebisnis yang sukses kala itu. Artinya di usia mudanya Rasulullah di samping amanah, tetapi juga kaya raya,” ujar Aam, sapaan akrab Haerul Amri.

Lebih jauh Aam juga berpesan kepada kader muda GP NasDem dalam menghadapi tahun politik ke depan, untuk terus menerus berpegang pada etika berpolitik yang harus dilandasi dengan basis atau nilai-nilai keagamaan yang kuat.

“Politisasi agama dalam berpolitik itu tidak boleh. Namun, berpolitik berdasarkan agama itu sangat penting sehingga kita dapat membedakan antara domain politik, domain agama dan domain negara. Karena bagaimanapun, agama itu jauh lebih luhur dan agung dari pada berpolitik dan bernegara,” ujarnya.

Tradisi keagamaan, tambah Aam, menjadi spirit dalam berpolitik. Misalkan maulid menjadi spirit dalam membangun silaturahmi sehingga terbangunnya ukhuwah siyasah.

“Semoga di tahun politik tersebut kita dapat lebih dewasa. Serta dapat menempatkan posisi Agama sebagai spirit dalam berpolitik,” katanya.

Acara yang dihadiri 100 anak yatim dari bebagai panti asuhan di Jakarta ini diisi ceramah keagamaan dan doa untuk kedamaian di Palestina yg dipimpin KH . Ainul Yakin Abdullah Syafei Pimpinan pondok Pesantren Assyafiiyah Jatiwaringin Bekasi.

28Dec/17
ngopi nasionalis 2712a

NasDem: Infrastruktur Sebagai Implementasi Nawacita Presiden Jokowi

Jakarta – Dewan Pimpinan Daerah Partai NasDem, menggelar kegiatan rutin ‘ngopi nasionalis’ untuk kader partai NasDem, untuk menambah wawasan, dan juga berdiskusi untuk dapat memecahkan sejumlah permasalahan.

Acara ini juga bertujuan menyamakan persepsi akan dukungan atas kebijakan-kebijakan pemerintah pusat dalam hal infrastruktur sebagai implementasi Nawacita Presiden Joko Widodo saat ini.

Wakil Ketua DPD NasDem Jakarta Pusat Bidang Politik dan Pemerintahan Fernando PM Tambunan mengatakan, mengarahkan bahwa Infrastruktur merupakan roda penggerak pembangunan nasional dan daerah.

Menurutnya, infrastruktur juga berpengaruh penting bagi peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan manusia.

“Nawacita adalah konsep besar untuk memajukan Indonesia yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian. Ada 4 kata kunci dalam perjuangan partai kita, yaitu memperbaiki, mengembalikan, memulihkan, dan mencerahkan,” kata Fernando, Kamis (28/12/2017).

Dirinya menjelaskan, yang saat ini yang menjadi NasDem sebagai partai pendukung pemerintah adalah mencerahkan kembali masyarakat, agar paham mengenai pola kerja Presiden kita yang diwujudkan dalam percepatan pembangunan.

“Percepatan pembangunan dilakukan secara bertahap saat ini, dan hasilnya dapat kita lihat sekarang. Jadi bukan hanya sebuah konsep di atas kertas yang tidak terlihat implementasinya dan tidak bisa dirasakan fungsi pembangunan tersebut,” katanya.

Sementara pada akhirnya, peran dan tugas kader Partai NasDem menjadi sesuatu yang penting untuk terus di jalankan, amanat dan tanggungjawab pada porsi dan kedudukan masing masing menjadi hal yang juga penting untuk dijaga dan di tunaikan.

“Memastikan arus perubahan tetap bergerak dan kita semua ada dalam alurnya wajib kita tekadkan, sehingga budaya politik bisa secara signifikan berubah dalam perjalanan ruang dan waktu yang kita ada di dalamnya,” katanya.

Ditempat yang sama, Wakil Ketua Umum DPP KNPI Berto Izaak Doko menilai, Partai NasDem merupakan partai gerakan, dan sejalan dan segaris dengan itu, konsep Nawacita Presiden Jokowi.

“Memiliki kesamaan yang sangat signifikan dengan arah dari cita cita perjuangan kita, dan sebangun dengan visi, misi dan manifesto politik gerakan perubahan Partai NasDem,” katanya.

Velix Vernando Wanggai, perwakilan dari Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas, berpendapat bahwa Dalam beberapa kesempatan NasDem selalu berkontribusi besar dalam pengambilan kebijakan di lembaga legislatif.

“Menurut pengalaman saya pada saat Undang-Undang Otonomi khusus untuk Papua. Pembangunan menjadi agenda yang sangat penting saat ini, adanya persoalan ketidakmerataan akan ketersediaan infrastruktur menjadi faktor penting dalam pemenuhan kebutuhan-kebutuhan masyarakat,” kata Velix.

Sumber: http://www.tribunnews.com/nasional/2017/12/28/infrastruktur-sebagai-implementasi-nawacita-presiden-jokowi

28Dec/17
ngopi sore eps3 taslim

Kemenangan NasDem di Pemilu 2019 Harus Didapat secara Bermartabat

Jakarta – Partai NasDem terus berupaya menjadi salah satu partai politik modern di Indonesia yang menjunjung tinggi nilai-nilai berpolitik bersih. Kemenangan NasDem pada Pemilu 2019 mendatang harus didapat secara bermartabat. Untuk mencapai tujuan tersebut, para kader NasDem diminta selalu memegang komitmen satu kata satu perbuatan.

Hal tersebut diungkapkan Wakil Sekjen DPP Partai NasDem Bidang Organisasi, Keanggotaan, dan Kaderisasi (OKK) Hermawi Taslim saat menjadi Nara Sumber acara Ngopi Sore persembahan Media Center DPP NasDem.

Lebih jauh Taslim juga mengungkapkan, sejak awal berdiri, NasDem masuk ke politik dengan cara baik. Proses rekruitmen kader dilakukan secara profesional dengan pembibitan yang selektif untuk menghasilkan orang-orang yang mempunyai dedikasi tinggi.

“Sangat penting untuk menjaga satu kata dan satu perbuatan. Perbuatan tidak boleh berbeda dengan perkataan, NasDem tidak main-main dengan segala bentuk penyimpangan, semua dilakukan dengan tegas dan terukur,” ungkap pria yang juga akrab disapa dengan Taslim ini di Kantor DPP NasDem, Jakarta, beberapa waktu yang lalu.

Taslim melanjutkan, berdasarkan Surat Keputusan (SK) Menteri Hukum dan Ham (Menkumham), keanggotaan DPP NasDem berjumlah 25 orang. Masing-masing Ketua dan Anggota DPP saat ini mempunyai visi dan pandangan yang sama untuk rela mengurusi kepentingan orang lain demi kemajuan bangsa. Menurut Taslim, hal inilah yang menjadi kekuatan penting NasDem untuk solid menghadapi tantangan bangsa.

“Sebagian (DPP) berasal dari mantan aktifis, mereka semua sudah mempunyai semangat kebangsaan dan kebersamaan untuk kemajuan sejak belum bergabung dengan NasDem.  Begitu juga di tingkat bawah hingga ke DPC,” tuturnya.

Dalam satu bulan, Taslim bisa berkeliling Indonesia untuk mengunjungi sedikitnya 3 daerah yang tersebar di Nusantara. Dari hasil kunjungannya ke ranting-ranting partai tersebut, Taslim menilai Kader NasDem memiliki semangat kebersamaan dan kekeluargaan yang sangat tinggi antar sesama kader.

“NasDem dapat membangun rasa kekeluargaan. Ini salah satu berpartai gaya baru, modal dasar NasDem untuk melakukan restorasi,” paparnya.

Selain struktur resmi partai, di bidang keorganisasian, Taslim menjelaskan bahwa NasDem punya beberapa badan dan sayap partai. Badan dan sayap partai tersebut antara lain, Garda Pemuda NasDem, Garnita NasDem, Badan Rescue NasDem, BAHU NasDem yang memiliki 35 advokad dengan perijinan sidang, Akademi Bela Negara NasDem, sekolah legislatif, Liga Mahasiswa, Petani NasDem serta Gemuruh.

“Bentuk kaderisasi sudah disiapkan sejak awal, kita ingin menciptakan kader dengan kualitas yang baik,” ungkapnya.

Sumber: http://partainasdem.id/read/3828/2017/12/27/kemenangan-nasdem-di-pemilu-2019-harus-didapat-secara-bermartabat