martin2

NasDem Apresiasi Hasil Sidang PBB terhadap Yerusalem

Share with:


Jakarta – Partai NasDem mengapresiasi hasil Sidang Umum PBB yang sudah menolak veto Amerika Serikat terkait Resolusi PBB tentang Yerusalem. Hal demikian disampaikan Ketua DPP NasDem Bidang Luar Negeri Martin Manurung di Jakarta, (22/12).

Dalam pemungutan suara pada Kamis (21/12) waktu New York, sebanyak 128 negara mendukung resolusi, sembilan menentang, dan 35 negara memilih untuk abstain.

“Ini adalah langkah yang tepat untuk perdamaian dunia dan harus bersama-sama dipertahankan dan diimplementasikan,” ujar Martin.

Seperti diketahui, sehari sebelumnya pemungutan suara di PBB, Presiden Donald Trump mengeluarkan ancaman akan memutus bantuan keuangan bagi negara-negara yang menentang keputusannya dalam menetapkan Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Sebelum pemungutan suara dimulai, Menteri Luar Negeri Palestina, Riad al-Malki, mendesak agar negara-negara anggota PBB menolak ‘pemerasan dan intimidasi’.

Sedangkan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu mengatakan akan menolak sama sekali hasil yang menurutnya sudah diantisipasi dan menyebut PBB sebagai ‘rumah kebohongan’.

Indonesia adalah satu negara yang menentang Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Konsistensi Indonesia dalam membela Palestina menjadi sebuah negara yang merdeka hingga pemerintahan Jokowi masih terus dipertahankan.

“Ini adalah komitmen pemerintah Indonesia yang harus diapresiasi.  Terima kasih kepada pemerintah Indonesia karena telah menjadi bagian dari negara-negara terdepan yang melindungi perjuangan rakyat Palestina,” pungkas Martin.

Partai NasDem mengapresiasi hasil Sidang Umum PBB yang sudah menolak veto Amerika Serikat terkait Resolusi PBB tentang Yerusalem. Hal demikian disampaikan Ketua DPP NasDem Bidang Luar Negeri Martin Manurung di Jakarta, (22/12).

Dalam pemungutan suara pada Kamis (21/12) waktu New York, sebanyak 128 negara mendukung resolusi, sembilan menentang, dan 35 negara memilih untuk abstain.

“Ini adalah langkah yang tepat untuk perdamaian dunia dan harus bersama-sama dipertahankan dan diimplementasikan,” ujar Martin.

Seperti diketahui, sehari sebelumnya pemungutan suara di PBB, Presiden Donald Trump mengeluarkan ancaman akan memutus bantuan keuangan bagi negara-negara yang menentang keputusannya dalam menetapkan Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Sebelum pemungutan suara dimulai, Menteri Luar Negeri Palestina, Riad al-Malki, mendesak agar negara-negara anggota PBB menolak ‘pemerasan dan intimidasi’.

Sedangkan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu mengatakan akan menolak sama sekali hasil yang menurutnya sudah diantisipasi dan menyebut PBB sebagai ‘rumah kebohongan’.

Indonesia adalah satu negara yang menentang Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Konsistensi Indonesia dalam membela Palestina menjadi sebuah negara yang merdeka hingga pemerintahan Jokowi masih terus dipertahankan.

“Ini adalah komitmen pemerintah Indonesia yang harus diapresiasi.  Terima kasih kepada pemerintah Indonesia karena telah menjadi bagian dari negara-negara terdepan yang melindungi perjuangan rakyat Palestina,” pungkas Martin.