????????????????????????????????????

Hasil Uji Petik akan disampaikan ke Presiden

Share with:


Jakarta – Selama kurang lebih 1 pekan mulai 22-28 November, DPP Partai NasDem telah melakukan Uji Petik Penggunaan alat tangkap Cantrang di sepanjang pesisir pantai utara Jawa dimulai dari Indramayu Jawa Barat, Tegal, Jepara Jawa tengah hingga Lamongan Jawa Timur.

Uji petik tersebut dilakukan untuk mencari tahu secara langsung bagaimana cara kerja alat tangkap cantrang para nelayan. Pasalnya, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Menterinya, Susi Pudjiastuti pada Januari 2018 mendatang dikabarkan akan menegakkan peraturan peraturan pelarangan penggunaan alat tangkap cantrang karena dianggap membawa kerusakan bagi ekosistem dasar laut.

Kegiatan uji petik ini diketuai oleh Ketua DPP Partai NasDem Bidang Pertanian dan Kemaritiman Emmy Hafild. NasDem akan memaparkan hasil pelaksanaan uji petik secara visual dalam bentuk video yang akan menggambarkan secara langsung bagaiamana penggunaan cara kerja alat tangkap cantrang. Hasil kajian uji petik ini juga akan diserahkan kepada Presiden Jokowi sebagai bahan pertimbangan pemerintah dalam menerapkan peraturan pelarangan cantrang.

Di sela-sela kegiatan uji petik tersebut, Emmy juga berkesempatan langsung melakukan interaksi dengan para nelayan cantrang. Mayoritas nelayan mulai dari pemilik kapal, nahkoda, hingga ABK sangat menggantungkan hidup mereka pada alat tangkap cantrang.

Salah satu nahkoda dan kapten kapal cantrang yang berada di Tegal Jawa Tengah, Samsuri, menuturkan para nelayan cantrang hanya memprioritaskan cumi-cumi sebagai buruan mereka. Habitat cumi-cumi yang tinggal di sekitar permukaan laut membuat para nelayan tidak perlu menebarkan cantrang mereka hingga ke dasar laut. Untuk itu, ia berusaha meyakinkan bahwa cantrag tidak merusak dasar laut.

“Cumi kan ada di sekitar permukaan, sehingga dipastikan tidak sampai merusak terumbu karang yang ada di bawah laut,” jelasnya.

Diakui oleh Samsuri, adanya cantrang membuat ekonomi para nelayan menjadi lebih baik. Para nelayan tidak setuju jika pemerintah ingin melarang penggunaan cantrang pada Januari 2018 mendatang. Pelarangan cantrang dapat mematikan perputaran ekonomi para nelayan.

“Lebih enak memakai cantrang, karena sudah terbukti hasilnya. Kalau kita dipaksa menggunakan alat tangkap lain para nelayan harus belajar lagi dari awal dan harus mengeluarkan modal lagi,” tuturnya.

Kendati demikian, Emmy tidak menampik bahwa memang ada beberapa dampak negatif dari penggunaan alat tangkap jenis cantrang. Namun, dampak negatif tersebut terjadi apabila cantrang digunakan hingga ke dasar laut dengan spesifikasi ukuran mata jaring yang terlalu kecil.

“Masalahnya itu terdapat pada ukuran jaring cantrang. Memang perlu diperbaiki namun apakah perlu hingga sampai dilarang?,” ujarnya seusai melakukan kegiatan uji petik alat tangkap cantrang di laut Tegal.

Selain beinteraksi dengan para nelayan cantrang, Emmy juga berinteraksi dengan para nelayan kecil yang disebut-sebut dirugikan karena adanya kehadiran nelayan cantrang. Berdasarkan hasil interaksinya dengan beberapa nelayan kecil yang ada di sepanjang Pantura, ternyata alat tangkap cantrang sama sekali tidak mempengaruhi pendapatan para nelayan masih menangkap ikan dengan alat tangkap konvesional. Hal itu terjadi karena ruang lungkup antar nelayan yang berbeda-beda.

Kendati menolak pelarangan cantrang, secara garis besar, dari kegiatan uji petik, mayoritas nelayan bersedia menerima saran dari tim ahli mengenai tata cara dan prosedur penggunaan alat cantrang agar ramah lingkungan.