Diskusi Media Center Fraksi NasDem-Merahdelima2

NasDem Diminta Fokus pada Dua RUU

Share with:


Jakarta – Fraksi NasDem diminta untuk bisa fokus pada dua rancangan undang-undang (RUU) yang kini masih dalam pembahasan di DPR.

‎”Ada dua RUU yang patut jadi perhatian Fraksi NasDem, yaitu RUU Pertanahan dan RUU Masyarakat Adat. Selain itu, yang perlu juga diperhatikan masalah petani lainnya,” demikian disampaikan oleh aktivis dari Epistema Institute Yance Arizona, saat memberikan pandangannya dalam acara diskusi terbuka bertajuk Kiprah Komunikasi Politik Fraksi NasDem di DPR yang diadakan di Kebayoran Baru, Jakarta, Kamis (28/7).

Menurut Yance, kedua hal tersebut penting karena sampai saat ini belum ada satu pun partai politik di Indonesia yang secara terang-terangan mengaku diri partai yang membela masyarakat adat atau partainya petani.

“Saya pikir itu juga penting bagi NasDem, apalagi dengan semangat restorasi,” ungkapnya.

Lebih lanjut Yance menuturkan, Fraksi NasDem bisa melakukan inisiatif-inisiatif dalam konsep reforma agraria yang lebih berkeadilan. Dalam konteks masyarakat adat, NasDem diharapkan memiliki perhatian pada soal pengelolaan sumberdaya alam yang dikembalikan kepada kearifan trandisi-tradisi lokal.

“Saya pikir NasDem punya kesempatan untuk menampilkan apa yang diinginkan oleh masyarakat. Ini ruang menarik yang dimanfaatkan oleh NaDsem,” imbuhnya.

Yance juga menjelaskan masalah di sektor agraria akibat pengurangan lima juta petani dari 31 juta ke 26 juta petani di Indonesia. Padahal kita tahu Indonesia adalah negara agraris.

“Kalau petaninya ga ada ya kita ga bisa lagi menjadi negeri agraris. Jadi perlu ada aspirasi politik yang bisa memperjuangkan kelompok petani, kalau tidak ya kita habis, pertanian kita habis. Semuanya akan import, tidak ada lagi kedaulatan,” tukasnya.

Terhadap acara diskusi sendiri, Yance menyampaikan apresiasinya terhadap inovasi dan kreasi Fraksi Partai NasDem yang menyelenggarakan diskusi tersebut. Acara seperti ini, menurutnya, hal baru yang dilakukan oleh partai politik. Di dalamnya dibuka ruang komunikasi antara partai politik di DPR dengan publik (civil society).

“Saya mengapresiasi acara ini, untuk mengevaluasi bagaimana NasDem mau membangun komunikasi dengan konstituen dan berbagai kalangan,” ungkapnya.‎