Sulaiman Hamzah NasDem Verifikasi Internal Kabupaten Keerom

NasDem Papua Siap tambah Kursi dari Papua

Share with:


Jakarta – Proses verifikasi internal Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem di Provinsi Papua terus dilakukan. Setelah Kabupaten Jayapura dan Merauke, Tim verifikasi bergerak ke Kabupaten Keerom yang berjarak 53 km dari Jayapura. Verifikasi internal ini dilakukan serentak di seluruh Provinsi Papua menjelang verifikasi administrasi dan verifikasi faktual oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) 2017 mendatang.

“Selain menjelang verifikasi KPU, verifikasi internal ini juga sebagai ajang silaturahmi pengurus sampai ke ranting. Dan yang terpenting untuk kemenangan Pemilu 2019. Karena ambisi kita sangat kuat,” ujar Sekretaris DPW Provinsi Papua Sulaiman Hamzah di depan pengurus DPD Partai NasDem Kabupaten Keerom.

Ia menjelaskan, DPW Partai NasDem tidak akan menyia-nyiakan waktu dan tenaga untuk hanya berdiam diri tanpa ada progress yang positif. Ia akan mengerahkan seluruh kekuatan mesin partai untuk memenangkan Pemilu 2019. Jika sebelumnya Partai NasDem yang menempatkan satu kursi saja, Pemilu mendatang ia menargetkan meraih tiga kursi DPR RI dan 10 kursi untuk DPR Daerah Provinsi.

“Target dari Partai NasDem sendiri sangat tinggi yaitu masuk tiga besar. Artinya equivalen dengan 108 kursi. Makanya kami siap tambah kursi DPR dari Papua,” tegasnya.

Untuk mewujudkan ambisi itu, pihaknya akan melakukan beberapa aksi organisasi dengan memperkuat struktur sampai ke tingkatan ranting. Verifikasi ini, menurutnya, selain sebagai kerja administrasi, juga untuk bisa mengambil kebijakan partai di tingkatan wilayah. Bersama Tim, dia juga akan fokus untuk memenuhi persyaratan lainnya seperti kantor tetap DPD, DPC, sampai DPRt.

Terkait kepengurusan internal partai, Sulaiman akan menginventarisir semua pergantian pengurus di berbagai level pengurus. Kemudian langkah berikutnya pengurus yang sudah mengalami pergantian akan di SK-kan oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai NasDem.

“Selain hal administratif, sebenarnya para anggota dewan yang terpilih kami paksa untuk aktif di dapilnya. Selain itu memang tugas konstitusinya, hal ini juga untuk memelihara kepercayaan rakyat terhadap lembaga ini (NasDem –red),” urainya mengakhiri.