Seminar Liga

Hanya NasDem yang Kembalikan Dana Tunjangan, Sikap Fraksi Lain Dipertanyakan

Share with:


Jakarta – Sikap partai-partai politik di parlemen dipertanyakan terkait dana tunjangan anggota dewan. Setelah dana ini dinyatakan cair, tercatat hanya Fraksi Partai NasDem yang mengembalikan dana ini pada 21 Oktober 2015 kemarin.

Terkait hal tersebut, Sekretaris Fraksi NasDem Syarif Alkadrie mempertanyakan sikap fraksi lain yang terkesan ambigu terhadap dana tunjangan anggota DPR. Saat wacana kenaikan tunjangan bergulir dari pemerintah, hanya fraksi PKB yang menerima skema itu tersebut. Sementara semua fraksi lainnya menyuarakan penolakannya.

Namun ketika kenaikan tersebut dimasukkan dalam besaran gaji, dan ditransfer ke masing-masing rekening anggota dewan, ternyata semua menerima begitu saja. Hal ini membuat Syarif terheran-heran, mengingat fraksi-fraksi yang kencang mewacanakan penolakan, ternyata sekarang diam seribu bahasa.

“Komitmen moral yang menjadi pegangan utama anggota NasDem. Konsistensi ucapan dan sikap harus seiring. Ya, akhirnya dikembalikan (kenaikan tunjangan – red). Terserah partai lain seperti apa, biarkan masyarakat yang menilai,” tandas Syarif saat menjadi pembicara dalam diskusi publik, Kamis (29/10) lalu di Jakarta.

Seperti diketahui, pada 21 Oktober lalu, Fraksi NasDem diwakili Syarif Abdullah Alkadrie, Wakil Ketua Luthfi A. Mutty, dan Bendahara Fraksi Ahmad Sahroni menyerahkan uang senilai Rp 617 juta kepada wakil bendahara Sekretariat Jenderal (Setjen) DPR RI. Uang tersebut adalah total kenaikan dana tunjangan anggota fraksi NasDem dari bulan Juli sampai September 2015. Sebagai bentuk konsistensi penolakan Fraksi NasDem terhadap kenaikan dana tunjangan DPR, Syarif Alkadrie juga meminta Setjen DPR agar ke depan, tidak memasukkan lagi kenaikan dana tunjangan dalam komponen gaji anggota Fraksi NasDem. Dengan begitu, Fraksi NasDem tidak perlu lagi mengembalikan setiap bulannya.

Terkait hal tersebut pengamat politik Alfan Alfian menyatakan apresiasinya terhadap langkah politik NasDem. Dalam hematnya, para politisi dan pejabat negeri ini memang harus mengedepankan sikap empati. Menurutnya, secara teoritik, empati adalah salah satu ketrampilan untuk memanusiakan manusia, sekaligus memunculkan konsep solidaritas dan kebersamaan.

Ketika empati hilang, dunia akan terasa kasar, barbar dan brutal. Dia berpesan kepada Fraksi NasDem, agar terus memeragakan keberpihakan terhadap nilai-nilai yang selama ini selalu dieksplorasi oleh Surya Paloh selaku ketua umum partai. Dalam kerangka ini, langkah Partai NasDem mengembalikan dana tunjangan sudah sesuai dengan politik nilai dan politik gagasan yang menjadi prioritas partai NasDem.

“Yang dilakukan oleh fraksi NasDem tentu saja pembuktian dari empati. Mendahului fraksi-fraksi lain,” urai Alfan.