32Kurtubi

Konversi Minyak ke Elpiji belum Selesai, Kurtubi Tolak Turunkan Pagu Anggaran ESDM

Share with:


Jakarta – Rapat Panitia Kerja DPR dengan pejabat Eselon I Kementerian ESDM di Cikopo, Puncak, menyepakati penurunan pagu anggaran kementerian ESDM. Pagu anggaran yang awalnya diajukan kementerian ebesar Rp 8.894 triliun rupiah disepakati untuk dikurangi menjadi Rp 7.807 rupiah. Hal ini terungkap dalam RDP Komisi Energi DPR dengan Menteri ESDM, Sudirman Said di Jakarta, Senin (19/10).

Menanggapi hal ini, Anggota Komisi VII dari Fraksi Partai NasDem Kurtubi menyatakan penolakannya terhadap keputusan pengurangan pagu anggaran ini. Alasan yang yang membuatnya berkeras adalah bahwa pagu anggaran kementerian ESDM semestinya ditambah terkait perlunya dukungan dana untuk pembangunan infrastruktur jaringan gas dan infrastruktur konversi BBM ke elpiji.

Kurtubi mengemukakan bahwa konversi BBM (minyak tanah) ke gas elpiji belum sepenuhnya dapat dinikmati oleh semua provinsi. Termasuk di daerah pemilihannya. Hal ini terjadi karena keterbatasan infrastruktur yang mampu mendukung berjalannya konversi dengan baik. Karena itu dia berkeras perlunya dukungan APBN kepada kementerian ESDM agar dapat membangun infrastruktur yang diperlukan. Termasuk di dalam adalah tabung gas dan kompor yang nantinya akan dibagikan kepada masyarakat miskin.

“Saya tidak sepakat kalau anggaran ini dikurangi karena program ini diberikan secara berkala. Untuk yang pertama kali itu adalah biaya negara. Untuk daerah-daerah yang belum terkonversi jangan sampai terlewati dengan alasan anggaran yang kurangi dan saya tidak sepakat,” ujarnya di Gedung Parlemen

Lebih jauh, legislator putra Lombok ini menekankan soal masih belum berjalannya konversi minyak tanah ke elpiji yang terjadi di daerah pemilihannya. Dia mengkhawatirkan apabila pagu anggaran kementerian ESDM ini dikurangi akan makin lama dan banyak masyarakat di dapilnya untuk menikmati konversi minyak ke gas elpiji sebagaimana daerah lain di Indonesia.

Bahkan demi meyakinkan anggota Komisi VII dan Kementerian ESDM, Kurtubi terus menerus menyampaikan bahwa saat ini daerah pemilihannya sudah siap menerima program konversi minyak tanah ke gas elpiji.

Dikatakannya, bupati dan masyarakat di pulau Sumbawa sangat mengharapkan adanya penimbunan elpiji di daerahnya. Ada dua pelabuhan yang sudah siap mendistribusikan gas elpiji ke masyarakat, Pelabuhan Lalar di Kabupaten Sumbawa dan Pelabuhan Sape di Kabupaten Bima.

“Mereka sudah mempersiapkan pelabuhannya, nama pelabuhannnya Lalar dan saya sempat mengunjungi lokasinya. Dan mereka sudah siap. Tolong ini dipercepat karena di tahun 2016 sudah dapat terealisasi,” tegasnya.

Secara puitis Kurtubi mengatakan, masyarakat di dapilnya rindu untuk memasak dengan energi yang bersih. Sebagaimana saudaranya di provinsi lain sudah bertahun-tahun memasak dengan energi bersih. Kenapa Pulau Sumbawa yang begitu besar tidak.

“ Jadi tolong anggarannya itu dipenuhi. Kalau dikurangi nanti gagal rencana konversi di pulau Sumbawa ini,” tutupnya.