65prananda2.jpg

Dukung Penuh Pemerintah untuk Bebaskan Sudirman dan Badar

Share with:


Jakarta – Seruan pembebasan Sudirman dan Badar dua WNI yang menjadi korban penyanderaan oleh Kelompok Sipil Bersenjata (KSB) pimpinan Jeffrey Pagawak datang dari anggota Komisi I Prananda Surya Paloh.

Anggota kedua termuda di DPR ini mengutuk keras aksi kriminal yang dilakukan oleh pihak yang ingin mengusik keamanan di pulau cendrawasih tersebut. “Ini adalah tindakan pengecut dan kriminal yang patut dikutuk,” kecamnya.

Lokasi penyanderaan yang berada di kampung Skoutio Papua Nugini membuat skenario pembebasan yang dapat ditempuh aparat Indonesia menjadi rumit. Karena harus mengantongi izin penangkapan dari pemerintah PNG, karena ada traktat internasional yang harus dipatuhi Indonesia walaupun kedua negara memiliki hubungan diplomatik. Sehingga, menurut anggota DPR dari Dapil Sumatera Utara I menyarankan pemerintah bahwa ada baiknya menyelesaikan kasus penyanderaan ini melalui jalan diplomasi dan kalau diperlukan dapat juga dilakukan dalam kerangka militer.

Secara resmi, pemerintah melalui Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan Menko Polhukam juga sudah menyatakan kesiapannya dalam menyelesaikan persoalan pembebasan sandera yang sudah menginjak hari ketujuh ini.

Mengenai barter yang menjadi persyaratan pembebasan, kedua Menteri ini bersikap tegas bahwa tidak ada barter. Namun, apapun langkah yang diambil oleh pemerintah, Prananda yang juga anggota komisi di bidang pertahanan, intelijen, dan luar negeri, mendukung setiap langkah baik dengan cara diplomasi maupun militer untuk menjamin keselamatan rakyatnya. Apalagi menurut Nanda, korban adalah akibat ulah tindakan kriminal sekelompok orang di negara tetangga. 

“Tugas negara adalah melindungi segenap warganya dimanapun dia berada. Saya mendukung penuh tiap langkah pembebasan baik secara diplomatik maupun militer,” tegasnya.

Dia meyakini bahwa kasus penyanderaan ini akan terselesaikan dengan baik. Pasalnya, diplomat dan intelejen bekerja keras dalam upaya menyelamatkan nyawa Sudirman dan Badar ini. Ia memaparkan bahwa Konsulat Republik Indonesia di Vanimo misalnya sudah berkoordinasi dengan Army PNG untuk menemukan lokasi penyanderaan.

Selain itu, Prananda sangat mengapresiasi kesigapan Polda Papua yang langsung membentuk Satuan Tugas (Satgas) dan bekerja sama dengan tiga tokoh masyarakat dalam upaya membangun komunikasi dengan masyarakat adat di PNG.

Prananda mengapresiasi dukungan penuh PNG dalam proses penjajakan pembebasan sandera. Utusan Perdana Menteri PNG dan dua Dirjennya telah mendatangi penyandra untuk melakukan pembicaraan. Meski misi tersebut tidak dikatuhi detilnya, namun seluruh upaya pembebasan dua WNI mendapat dukungan penuh dari Prananda Surya Paloh.

“Saya juga ingin memberikan semangat pada pimpinan serta jajarannya instansi terkait yang sedang bekerja keras membebaskan warga kita. Saya yakin diplomat serta intelijen kita sedang bekerja keras, sementara pasukan khusus kita sedang melakukan persiapan persiapan jika tiap saat diperlukan,” ujarnya.