38Ahmad-Ali1.jpg

Jonan Diminta Percepat Restorasi di Kemenhub

Share with:


Jakarta – DPR mengagendakan evaluasi kinerja kementerian dibawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Banyak catatan yang diberikan anggota legislatif atas pencapaian kinerja kementerian semester pertama. Termasuk terhadap kinerja Kementerian Perhubungan yang dipimpim Ignasius Jonan.

Di temui di sela-sela rapat Komisi V DPR, Rabu (1/9), Anggota legislatif dari Fraksi Partai NasDem, Ahmad M. Ali, menilai secara umum pencapaian kinerja Kemenhub sudah cukup baik. Menurutnya, kebijakan dan arah program Kementerian sudah sesuai dengan perencanaan sebagaimana disampaikan Jonan ke DPR di awal masa kerja.

Namun demikian Ahmad Ali juga mengkritisi bahwa pencapaian kinerja yang dihasilkan menteri Jonan belum cukup memuaskan. Dia memberi catatan khusus terkait moda transportasi yang menurutnya perlu banyak perhatian.

“Keselamatan itu menjadi hal yang sangat penting diperhatikan. Nah untuk menjalankan itu begitu besar tantangan yang di hadapi. Namun saya selalu ingatkan, hal lain boleh kita kompromikan tapi untuk keselamatan jangan,” tegasnya.

Dia menyampaikan, komitmen Menteri Jonan dalam upaya mewujudkan zero accident patut diapresiasi. Walaupun terkesan lamban, Ahmad Ali memahami bahwa menuju zero accident memang membutuhkan waktu yang tidak cepat.

Masih terkait dengan keselamatan perjalanan udara, Ahmad Ali juga menegaskan Kementerian Perhubungan perlu meningkatkan kinerja dalam upaya mewujudkan bandara yang memenuhi kualifikasi standar penerbangan internasional.

“Safety-nya sudah di atur secara detail, regulator nya sudah ada. Tinggal dalam pelaksanaannya saja yang terus diperbaiki,” ujarnya.

Ahmad Ali juga mengapresiasi tindakan tegas Jonan untuk mengurangi rute penerbangan Lion air sebagai hukuman bagi Lion Air yang beberapa kali didera masalah dalam pelayanannya. Menurutnya, tindakan Jonan ini cukup membuat Lion Air memiliki alasan untuk memperbaiki kualitas layanannya sesuai standar yang ditentukan regulator.

Lebih jauh, legislator asal dapil Sulteng ini menilai penyerapan anggaran Kementerian Perhubungan masih terlalu minim. Walau hal ini terjadi di banyak lembaga negara lainnya, namun dia mengingatkan kepada Jonan untuk dapat mengakselerasi percepatan penyerapan anggaran.

“Ada keyakinan optimis dari pak menteri bahwa di akhir tahun bisa menyerap 80 persen (lebih kurang), tinggal kita memonitoring dan mengawasi saja,” ujarnya.

Dia berharap disamping target penyerapan yang tinggi, kualitas penggunaan anggaran juga harus menjadi perhatian.  Dalam kaitan ini, Ahmad Ali menyarankan Kemenhub untuk meningkatkan perhubungan yang ada di wilayah timur Indonesia.

“APBN (perlu) memperbanyak stimulus perbaikan penerbangan, laut dan darat di wilayah timur. Di wilayah barat banyak investor yang handle. Sementara di wilayah timur investor sangat kurang yang tertarik untuk investasi,” pungkasnya.