9PLATE1.jpg

Pergantian Menteri: Yang Penting Pasar Positif

Share with:


Jakarta – Rabu siang, (12/8), Presiden Joko Widodo memberhentikan sekaligus mengangkat sejumlah menteri baru.

Wakil Ketua Fraksi Partai NasDem DPR RI, Johnny G. Plate mengomentari bahwa reshuffle kabinet itu adalah hak prerogratif seorang presiden untuk mengevaluasi para pembantunya didalam pemerintahan.

Plate menjelaskan bahwa posisi Partai Nasdem tidak berubah untuk mendukung pemerintahan Jokowi-JK hingga 2019. Walaupun ada menteri yang memiliki kedekatan dengan Partai NasDem dicopot dari susunan kabinet yang baru.

“Posisi Partai NasDem itu sangat jelas, bahwa sejak awal saat koalisi untuk mendukung pemerintah Jokowi-JK. Yang kami (Partai NasDem) bangun adalah koalisi tanpa syarat,” ujarnya

Plate mengatakan Partai NasDem memiliki kewajiban untuk merelakan ketika presiden ternyata menilai kader Partai Nasdem itu tidak cukuf efektif. Dan tidak masalah apabila diputuskan untuk diganti dengan yang lainnya. “Yang terpenting hasil dari perubahan tersebut adalah mendapatkan respon pasar secara positif,” jelas anggota komisi IX DPR ini saat dihubungi ponselnya, Rabu, (12/8).

Dia berharap agar nama-nama baru dalam kabinet kerja cukup dapat diterima positif oleh pasar baik terkait perekonomian dan lingkungan politiknya. Selain itu, Plate menekankan semakin cepat pergantian kabinet kerja maka akan lebih baik dalam rangka menjalankan RAPBN 2016 kedepannya.

Saat ditanyakan terkait posisi Luhut Binsar Panjaitan yang mengantikan posisi Tedjo sebagai Menko Polhukam, Jhonny menilai bahwa yang mengatur serta menilai cocok atau tidaknya pergantian posisi itu hanyalah seorang presiden.

“Saya menilai keduanya (Tedjo dan Luhut) sebetulnya memiliki kinerja yang cukup baik. Hanya saja persepsi publik Luhut lebih baik ketimbang pak Tedjo. Pak Luhut yang menggantikan Pak Tedjo kedepannya bisa melanjutkan kinerja yang baik dari Pak Tedjo sebelumnya. Dengan memperbaiki komunikasi publik dan kinerja Menko Polhuka dalam mendorong stabilitas politik dalam negeri,” ujar legislator dapil NTT I.

Partai NasDem, menurut Johnny akan selalu mendukung kebijakan serta keputusan presiden yang mementingkan kepentingan bangsa terutama dalam hal issue pergantian (reshuffle) kabinet.

“Inilah sebagaimana yang menjadi pandangan dari Pak Surya Paloh (Ketua Umum). Janganlah kepentingan kelompok melampaui atau mengalahkan kepentingan bangsa dan negara. Inilah makna dari prinsip restorasi kita (Partai NasDem),” pungkasnya.