59Hamdani1.jpg

Hamdhani Minta Pemerintah Ikut Lestarikan Kelapa

Share with:


ANGGOTA Komisi IV DPR RI Hamdhani meminta pemerin­tah baik daerah maupun pusat mencari solusi dalam peesletarian tanaman lokal yang dulu jadi primadona, seperti perkebunan kelapa.

“Jangan sampai tanaman ungul lokal di Selatan Kotim diubah jadi tanaman lain,” ingat Hamdhani, saat berkunjung ke Desa Sungai Ijum Raya, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, Kotim, Sabtu (27/7/2015).

Di Selatan itu dulu memang jadi penghasil kelapa terbesar di Kotim, bahkan Kalteng. Namun seiring waktu komoditas tersebut berangsur ditinggalkan penduduknya karena secara ekonomis kurang menjanjikan.

“Padahal, walaupun tiga bulan sekali baru panen, namun kelapa ini cukup besar juga penghasilannya. Sehingga itu harus diperhatikan oleh pemerintah,” lanjut Hamdhani.

Saat ini harga kopra sangar murah. Sehingga banyak warga di sana  mencari peluang usaha lainnya dalam memenuhi kebutuhan hidup.

Banyak warga mengganti kebun kepalanya dengan sawit. Mereka beralasan karena saat ini perkebunan kelapa sawit dianggap lebih menguntungkan.

“Ini harus menjadi perhatian pemerintah, jangan sampai perkebunan kelapa dan sawah diganti dengan sawit,” lagi-lagi Hamdhani mengingatkan.

Camat Mentaya Hilir Selatan Jumberi juga berharap, kawasan Selatan Kotim yang merupakan lumbung padi dan perkebunan kelapa ja­ngan sampai diubah jadi kebun sawit.

Kalau sampai itu terjadi, imbuh Jumberi, maka perkebunan dan pertanian hasil daerah ini terancam hilang. “Kalau perlu dibuat perdanya agar tidak ada lagi perkebunan kelapa atau sawah yang dijadikan perkebunan sawit,” kata Jumberi.

Tapi masalahnya, sergah Asnan, warga Sungai Ijum, mana keterlibatan pemda dalam upaya menaikkan harga kopra sehingga taraf ekonomi petani bisa meningkat? “Nihilkan?” (MH/B-5)