85Fadholi31.jpg

Kampung Nelayan Perlu Perhatian Kementerian Kelautan dan Perikanan

Share with:


Jakarta – Penyampaian rencana kerja Kementerian Kelautan dan Perikanan sehubungan dengan RAPBN 2016, Selasa (16/5), memperoleh banyak tanggapan dari anggota komisi IV DPR RI. Tak terkecuali dari anggota Fraksi NasDem, Fadholi.

Legislator Fraksi NasDem dari Dapil Jateng I ini menekankan pentingnya kementerian Kelautan dan Perikanan untuk memberi perhatian terhadap keberadaan perkampungan nelayan.

Dihubungi di ruang kerjanya pada Rabu (16/6) kemarin, Kapoksi Komisi IV ini menyoroti minimnya fasilitas dan kumuhnya perkampungan nelayan yang selama ini ia temui baik di daerah pemilihannya maupun daerah yang dikunjungi sebagai legislator.

“Jika perlu Kementerian KP membuat proyeksi membangun suatu perkampungan nelayan yang bisa dijadikan percontohan, di mana di dalamnya terdapat fasilitas yang memadai dan pendukung agar dapat menjadi pusat pemberdayaan ekonomi bagi nelayan itu sendiri,” sarannya.

 Lebih lanjut Fadholi menjelaskan, dalam kunjungan kerja yang dilakukan oleh komisi IV di beberapa perkampungan nelayan, masih ditemukan persoalan yang perlu dibenahi terutama dalam memenuhi kebutuhan dasar bagi para nelayan. 

“Dari pengamatan kami (Komisi IV) saat kunker di beberapa daerah, masih ditemukan kesulitan yang dihadapi para nelayan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari terutama dalam hal sanitasi. Mereka (para nelayan) juga kadang harus menempuh jarak yang jauh terlebih dahulu hingga harus keluar dari perkampungan, walau hanya untuk membeli mie dan sebagainya,” terangnya.

Oleh karena itu, dalam rangka memenuhi penataan dan pengembangan perkampungan bagi nelayan tersebut, dia menyarankan Kementerian KP agar bisa bekerjasama dengan kementerian lainnya semisal Kementerian PU dan Perumahan Rakyat.

Fadholi juga menyarankan Kementerian KP membangun kerjasama dengan perbankan untuk mendukung kehidupan dan aktivitas perekonomian di perkampungan nelayan.

“Perbankan ini tidak hanya sekedar menyediakan fasilitas  (kantor dan ATM) saja di situ tetapi juga perlu ada suatu kerjasama dalam hal pemberian kredit yang murah bagi para nelayan, setidaknya mereka menemukan solusi jika menemukan dalam hal permodalan,” ujarnya.

Ia mencontohkan di Sendang Sikucing, Kabupaten Kendal, karena belum adanya kerjasama dengan perbankan masih banyak pelelang ikan mengalami kesulitan dalam permodalan.

“Maka jika ada kerjasama dengan perbankan di sisi permodalan, hal itu bisa mendukung aktivitas para pelelang ikan dan nelayan,” pungkasnya.