38IMG_38911.jpg

Produksi Legislasi DPR Mandeg, Fraksi NasDem Usulkan Perpendek Waktu Reses

Share with:


Jakarta – Kinerja legislasi DPR periode ini menjadi sorotan masyarakat. Parameter yang paling sering dipakai biasanya adalah jumlah prolegnas prioritas dan berapa yang disahkan. Anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR dari Fraksi NasDem, Taufiqulhadi menyadari tingginya ekspektasi rakyat Indonesia atas kinerja Baleg. Ketika ditemui pada Senin (8/6) di Komplek DPR, ia menyayangkan Baleg mengesahkan dua perundang-undangan baru, namun bukan bagian dari prolegnas.

“Ini mengkhawatirkan. Karena belum ada undang-undang (UU) yang telah disahkan, kecuali berkaitan dengan persoalan-persoalan yang berkaitan tak langsung dengan prolegnas. Misalnya UU Pilkada, merupakan Perpu yang menjadi UU. Itu cepat selesai. Juga UU MD3, cepat selesai. Tapi giliran UU uang lain progresnya lambat sekali. Sehingga belum ada UU yang dalam rencana prolegnas disahkan hingga masa sidang ke-empat ini.”

Ia mengakui bahwa sudah beberapa kali menyampaikan usulan agar masa reses DPR dipersingkat. Dalam kunjungan ke Metro TV dan Media Indonesia, (03/06) ia menyebutkan bahwa Baleg sendiri telah menyadari situasi ini tak mendukung. Maka ia mengusulkan masa reses dipersingkat dari satu bulan menjadi 2 minggu saja. Begitu pula dengan Kunjungan Kerja (Kunker) Spesifik, sebaiknya dilakukan di masa reses.

Hal ini bertujuan agar DPR memiliki waktu bersidang yang lebih lama, sehingga dapat menyelesaikan tugas legislasi. Namun Taufiq tetap tak ingin mengurangi jumlah reses, “Satu tahun tetap lima kali reses.”

Taufiq mengingatkan agar DPR tak melangkah mundur karena produktivitas legislasinya menurun dari periode sebelumnya. Usulan ini ia bawa ke Fraksi NasDem agar dapat diusulkan ke Badan Musyawarah DPR untuk dibahas lebih lanjut. Hingga saat ini belum ada UU yang masuk tahap harmonisasi. Misalnya RUU Tabungan Perumahan Rakyat (RUU Tapera) masih tahap pembentukan Panja.

Upaya untuk mengoptimalkan masa bersidang DPR diharapkan Taufiq dapat segera dibahas. “NasDem akan memberikan perhatian untuk membicarakan ini di Bamus. Kinerja Baleg berpengaruh besar terhadap penilain rakyat terhadap DPR secara keseluruhan. Jika kondisi ini terus berlanjut, dewan akan terdiskredit di mata masyarakat,” tegasnya.