11DSC_21181.jpg

Fraksi NasDem Gelar Workshop Public Speaking

Share with:


Jakarta – “NasDem, sebagai partai politik, harus memahami bagaimana mendayagunakanan kemampuan membangun persepsi publik.” Demikian penekanan Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh membuka workshop public speaking yang diselenggarakan Fraksi NasDem, di DPP Partai NasDem, Jumat (5/6).

“Kita tahu sekali, dalam interaksi kehidupan keseharian bahwasanya persepsi sudah menjadi modal utama untuk memenangkan strategi besar apapun goal yang ingin kita capai. Indonesia sekarang masuk dalam era bagaimana perang dengan persepsi. Tidak ada artinya semua pikiran yang hebat, niat baik, kesungguhan, niat suci ketika kita berada di tengah-tengah snapshot persepsi yang negatif, rusak kita semua,” tegas Surya Paloh dihadapan peserta workshop.

Menyadari perlunya mendayagunakan persepsi positif masyarakat terhadap niat, ide, gagasan dan langkah besar inilah, Fraksi NasDem DPR menyelenggarakan workshop public speaking bagi anggotanya.

Senada dengan Surya Paloh, Ketua Fraksi NasDem, Viktor Laiskodat, menyampaikan bahwa workshop ini diselenggarakan untuk meningkatkan kapasitas anggota Fraksi NasDem untuk menyampaikan pikiran dan gagasannya kepada publik secara baik.

“Nantinya diharapkan anggota DPR dari Fraksi NasDem mampu tampil prima di dihadapan kamera TV, tidak ragu dan bingung untuk berbicara dengan baik,” ujarnya. Viktor akan membuat program demikian ini secara terus menerus agar berguna bagi kader NasDem.

Workshop Public Speaking yang diinisiasi Media Center Fraksi NasDem merupakan upaya untuk meng-endorse anggota DPR Fraksi NasDem baik isi maupun tampilan agar dapat tersampaikan dengan baik khususnya ditelevisi. “Kita ingin semua anggota dewan, dalam menyampaikan visi dan misi partai akan ter-deliver dengan baik,” ujar, Joice Triatman, Program Manager Media Center Fraksi NasDem.

Lebih jauh, Joice menerangkan, kerangka besar program workshop yang diselenggarakan ini merupakan upaya membangun personal branding anggota dewan dari Fraksi NasDem. Hal ini dirasa perlu agar ciri khas masing-masing anggota dewan dapat menjadi corong komunikasi atau top of mind media nasional. “Tampil didepan pubik bukan hal yang sederhana, perlu dilatih dan simulasi-simulasi,” jelasnya.

Fifi Aleyda Yahya, yang menjadi trainer menyampaikan materi Work the Camera berisi berbagai tips yang diperlukan bagi anggota dewan untuk menghadapi kamera. “Jangan berargumen dengan menyerang media,” ujar Fifi menjelaskan salah satu tips menjawab pertanyaan wartawan secara live.

Selain menyampaian materi, Fifi juga bertindak sebagai host dalam simulasi talkshow yang diikuti 20 anggota dewan secara bergantian untuk menilai penampilan anggota dewan dihadapan kamera.