95IMG_38401.jpg

Irma Surati Kemenlu Tuntaskan Kasus Hukuman Mati TKI

Share with:


Jakarta,  Anggota Komisi IX DPR Fraksi NasDem, Irma S. Chaniago, terima delegasi Forum Solidaritas Pekerja Indonesia Luar Negeri (FSPILN) yang membawa sejumlah laporan nasib TKI di luar negeri, Senin (18/5) diruang rapat fraksi.

Sebagai ketua kelompok fraksi (Kapoksi) Komisi IX Fraksi NasDem, Irma ditemani Ali Mahir dan sejumlah tenaga ahli fraksi mengapresiasi langkah FSPILN yang aktif dalam pembelaan terhadap kasus-kasus pekerja Indonesia di Luar Negeri.

Irma menyampaikan laporan FSPILN akan ditindaklanjuti baik di internal fraksi dan Komisi IX. Bahkan Ia mengatakan akan bertemu dengan kementerian terkait.

Langkah awal yang akan dilakukan Irma adalah dengan mengirimkan surat kepada Kementerian Luar Negeri untuk menindaklanjuti kasus Wanipah, TKI di China, dan Siti Komariah, TKI di Arab Saudi. Sebagaimana diketahui, kedua TKI tersebut didakwa hukuman mati. Selain itu, Ia juga akan menyampaikan laporan tersebut kepada Kementerian Tenaga Kerja sebagai mitra komisi IX.

Kuasa Hukum FSPILN, Iskandar Zulkarnaen yang hadir didampingi Wibi Adriano dari Badan Advokasi Hukum NasDem, juga membawa serta perwakilan keluarga TKI tersebut.

Dalam paparannya, Iskandar menjelaskan soal kasus Wanipah, TKI asal Indramayu yang terancam hukuman mati di China karena tertangkap membawa 99, 72 gram heroin di bandara Xiaoshan, Hangzhou, China.

Menurutnya, kasus Wanipah yang tertangkap dengan nama Fazeerra Icha, Desember 2010, hampir serupa dengan terpidana Mary Jane yang ditunda eksekuti matinya oleh Kejaksaan Agung RI.

Wanipah, menurutnya, adalah korban dari sindikat narkotika Internasional yang memanfaatkan kepolosan dan kemiskinan korban. Seperti halnya Mary Jane, Wanipah hanya dititipi barang oleh seseorang yang dia sendiri tidak mengetahui apa isi barang tersebut. Malang ternyata barang yang dibawanya dalam rencana perjalanan menuju kampung halaman ternyata narkotik golongan I, Heroin.

Kakak Wanipah, Rusmini, yang turut hadir dalam pertemuan berharap Fraksi NasDem, melalui Irma dapat memperjuangkan nasib adiknya. Ia meminta Fraksi NasDem membantu dirinya dan keluarga untuk dapat memperoleh kejelasan kasus adiknya dan dapat menengok adiknya langsung ke China.

Dibantu Iskandar Zulkarnaen, Rusmini, menceritakan ketidakjelasan kondisi Wanipah saat ini. Surat terakhir yang dikirim Wanipah Tahun 2013 hanya mengatakan bahwa Wanipah dalam keadaan baik. Padahal Wanipah telah ditahan sejak April 2011.

Kabar terakhir yang diterima keluarga, menurut kakaknya, Wanipah menerima penundaan 2 tahun karena karena telah menyatakan penyesalannya. Hal ini diterima dari surat yang disampaikan Kementerian Luar Negeri, 8 Agustus 2011 kepada keluarga.  Saat ini, keluarga masih menunggu kejelasan status Wanipah yang masih di tahan di China.

Selain menerima laporan soal nasib Wanipah, Irma yang juga mengetuai organisasi buruh sayap Partai NasDem, menerima laporan soal TKI Siti Komariah, Agus dan Ato Suprapto yang juga didakwa dengan hukuman mati karena tuduhan pembunuhan terhadap warga negara RI di Arab Saudi.

Dalam penjelasannya, Iskandar Zulkarnaen, mengatakan bahwa kasus Siti Komariah, Agus dan Ato Suprapto akan mudah memperoleh pembebasan apabila keluarga korban di Indonesia memaafkan. Walau demikian, Kuasa Hukum FSPILN ini juga mengatakan bahwa Siti Komariah sebenarnya sama sekali tidak mengetahui kasus pembunuhan yang didakwakan kepadanya.

Menurut Iskandar, mayat korban pembunuhan ini diketahui Siti Komariah ketika Ia baru saja datang ke rumah tempat tinggal para kaburan TKI di Saudi. Siti Komariah sendiri, menurutnya, datang ke rumah tersebut karena kabur dari rumah majikannya.

Dadang, adik dari Siti Komariah yang hadir dalam pertemuan berharap besar, Fraksi NasDem dapat membantu proses perolehan maaf dari keluarga korban yang menurutnya sampai saat ini belum diketahui namanya.

Dalam pertemuan dengan Komisi IX Fraksi NasDem FSPILN juga membawa serta korban awak kapal yang sejak 2011 belum memperoleh pembayaran gaji dari perusahaan yang memberangkatkannya.

Irma meminta, BAHU dan Gemuruh NasDem yang turut dalam pertemuan untuj juga aktif mengawal kasus-kasus seperti laporan FSPILN yang diterimanya. Rapat Terima Aspirasi