56foto-11.png

Yayuk Sri Wahyuningsih: Masa Reses Adalah Waktu Pendidikan Politik Bagi Masyarakat

Share with:


Memasuki masa reses ketiga tahun sidang 2014-2015, anggota DPR, Komisi X, dari Fraksi NasDem, Yayuk Sri Wahyuningsih pun mendatangi konstituennya di dapil Jatim VII. Kesempatan reses ini dimanfaatkan betul oleh Yayuk untuk segera menerjemahkan ritme pendidikan politik sesuai dengan komisinya saat ini. Maklum, sebelumnya Yayuk duduk di Komisi III.

Untuk itu, Yayuk menggelar serangkaian pertemuan dengan sejumlah unsur masyarakat secara maraton. Pada Senin (27/4), pertemuan diselenggarakan dengan jajaran pengurus Garda Pemuda NasDem Kab. Ngawi. Sedangkan pada Sabtu (2/5), tatap muka dilakukannya bersama masyarakat dan tokoh pemuda Ponorogo. 

Dorong Kaum Muda Untuk Kreatif

Siang itu, Yayuk bertemu dengan 110 pemuda yang tergabung dalam Garda Pemuda NasDem Kab. Ngawi di Rumah Makan Accord 2. Dari perbicangan yang hangat bersama pemuda, Yayuk mengajak kaum muda untuk ikut serta dalam program pembangunan pemerintah. Ia seperti ingin mengingatkan kepada anak muda, bahwa kebijakan pemerintahan Jokowi-JK yang ramah terhadap iklim ekonomi kreatif. Dan yang menjadi target dalam pengembangan ekonomi kreatif, mayoritas adalah anak muda. “Kaum muda jangan bertumpu pada satu sumber kegiatan saja, masih banyak yang dapat digarap dan dilakukan. Misalnya konsep ekonomi kreatif, membuat lapangan baru yang berorientasi pada ide dan gagasan kreatif,” paparnya.

Yayuk mengambil contoh bidang pertanian. Luas lahan tidak bertambah sedangkan kebutuhan atas hasil pertanian semakin tinggi seiring bertambahnya jumlah penduduk. “Dari ancaman problema ini, generasi muda terdidik dapat membuat terobosan inovasi untuk intensifikasi hasil pertanian, entah itu pengembangan bibit unggul atau inovasi pertanian dalam gedung,” jelasnya lebih lanjut. Inovasi yang dimaksud Yayuk adalah  gagasan yang bertumpu pada pemanfaatan sumber daya manusia. Dari ini diharapkan generasi muda Indonesia dapat bermain hingga ke pasar global.

Struktur perekonomian dunia telah mengalami transformasi, suatu bangsa tak lagi hanya bisa mengandalkan sumber daya alam. Yang harus menjadi perhatian adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia. Ekonomi kreatif adalah konsep ekonomi baru yang mengintensifkan informasi dan kreativitas dengan mengandalkan ide serta pengetahuan sebagai faktor produksi utama dalam kegiatan ekonominya.

Selain itu, ekonomi kreatif juga mendorong pemuda untuk berwirausaha. Dan untuk itu, lanjut Yayuk, pemerintah telah menggenjot pembangunan infrastruktur dalam skala nasional untuk menunjang laju perdagangan. Misalnya pembangunan jalan tol Solo- Kertosono yang akan melewati wilayah Kabupaten Ngawi.

Selain itu, Yayuk juga mengajak pemuda untuk juga mengawasi pelaksanaan program pembangunan. “Saya melihat kaum muda yang kritis dan peduli terhadap kemajuan, akan sangat jeli dalam memantau implementasi kebijakan di masyarakat. Walau kebijakan baik namun pelaksanaannya buruk, akan rentan penyelewengan. Untuk itu perlu pengawasan,” tegasnya.

Pertemuan Dengan Garda Pemuda

Ketua Garda Pemuda Kab. Ngawi Arwar Thohir menyambut hangat ajakan Yayuk. Ia menilai bahwa rekan Garda Pemuda NasDem harus berpartisipasi dalam menciptakan iklim perekonomian yang kondusif dengan ekonomi kreatif, juga tetap melakukan pengawasan program pemerintah. “Kita mengharapkan pembangunan dapat berjalan baik,” harapnya.

Lebih lanjut, kader Garda Pemuda NasDem lainnya, Annas Fatih Dhanial Hakam antusias terhadap dorongan Yayuk mengajak pemuda menggeluti bidang ekonomi kreatif. Yayuk juga menyarankan agar Garda Pemuda bersama kadernya dapat mempelajari secara seksama mengenai peluang. “Jika perlu, ajukan proposal permohonan pembinaan kepada kementerian terkait. Yang jelas, program ini adalah program prioritas pemerintah yang berprospek bagus bagi masa depan generasi muda,” pungkas Yayuk.

 

Pemuda dan Pemilukada

Di hadapan puluhan tokoh masyarakat dan pemuda Bumi Reog, Ponorogo, Yayuk menyampaikan bahwa masa reses tak hanya untuk menyerap aspirasi masyarakat, namun juga memberikan pendidikan politik dan membagi informasi. Dalam pertemuan di Gedung Pertemuan RM Sami Lumayan Ponorogo tersebut, sejumlah peserta antusias bertanya tentang pemilu serentak yang akan digelar akhir tahun ini. Kabupaten Ponorogo juga salah satu dari 204 daerah propinsi dan kabupaten/kota yang akan mengikuti pilkada nanti.

Untuk itu, Yayuk meminta kepada masyarakat untuk menyimak visi-misi calon secara baik. “Tentu saja agar daerah kita, Ponorogo mendapatkan pemimpin yang baik, dan dapat membawa kemajuan di bidang ekonomi, pendidikan, olahraga, seni, dan lain-lain.” Sarannya. Yayuk mendorong agar masyarakat tidak asal memilih, tanpa bisa diuji kemampuan dan kapasitasnya.  “Jika perlu masyarakat dapat menggelar seminar yang mengupas tentang calon-calon kepala daerah yang maju pilkada. Agar masyarakat dapat menilai dan memilih,” ujarnya. Selain menyoroti pilkada, Yayuk juga mendapatkan masukan mengenai pendidikan dari tokoh pemuda Ponorogo. (MCNasDem)