2021.jpg

Hasan Aminuddin: Kembalikan Dana Calon Jemaah!

Share with:


Jakarta – Masa tunggu hingga bertahun-tahun untuk naik haji bukan lagi hal yang mengejutkan. Calon jemaah haji tak bisa melakukan apapun untuk mempercepat waktu berangkat ke tanah suci, selain ‘naik kelas’ ke kuota khusus atau Haji Plus.

Lamanya waktu tunggu itu, menurut Anggota Fraksi NasDem, Komisi VIII, Hasan Aminuddin, dikarenakan tak imbangnya antara jumlah pendaftar dengan kuota yang ada. Hingga tahun 2015 ini, lanjutnya, jumlah antrian naik haji mencapai 2 juta orang. “Di antara yang dua juta itu, tak semuanya jemaah baru. Masih banyak jemaah yang mendaftar kembali walaupun sudah berkali-kali naik haji,” tegas anggota Panja Haji DPR ini pada Selasa (12/5).

Untuk itu, Hasan menekankan solusi yang paling mendasar untuk mengatasi timpangnya jumlah pendaftar dan quota tersebut adalah moratorium haji. Selanjutnya, Hasan mendesak perlunya diberlakukan pelarangan haji bagi mereka yang sudah pernah.

Lebih jauh, ungkap Hasan, dengan dilakukannya moratorium dan pelarangan haji tersebut, maka Kementerian Agama telah melaksanakan asas keadilan untuk menentukan calon haji Indonesia.

Hasan Aminudin menyakini moratorium haji juga dapat mengikis keputusasaan jamaah yang masih menunggu giliran berangkat haji hingga belasan tahun. Mengikuti langkah moratorium, Hasan meminta Kementerian Agama mengembalikan biaya pendaftaran haji bagi mereka yang dibatalkan pemberangkatannya. Pengembalian ini berlaku bagi yang sudah berangkat haji, tapi mendaftar kembali.

“Kembalikan uang mereka yang sudah terdaftar maupun yang belum (baru memperoleh antrian-red),” tukasnya. Selanjutnya, jelas Hasan, ongkos haji nantinya jangan lagi disimpan di rekening Kementerian Agama. Namun, cukup disimpan di rekening atas nama pribadi masing-masing calon jamaah.

Sejalan dengan usulan Menteri Agama, Lukman Hakim Syaifudin, Hasan Aminudin menilai penyimpanan dana calon haji yang demikian besar dan dalam waktu antrian yang lama, berpotensi besar menimbulkan permasalahan.

Berdasarkan laporan posisi saldo keuangan dana BPIH yang dipublikasikan oleh website Direktorat Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Kementerian Agama, hingga Januari 2015 saja, rekening penampung ongkos haji itu sudah berjumlah 71 triliyun lebih.

Hasan Aminuddin Dalam Temu Warga

Alhasil, rekening penampung sudah memperoleh dana optimalisasi senilai 345 Juta lebih. Itu pun merupakan dana yang baru untuk masa satu tahun. Kemudian, dana akan berakumulasi jika diperhitungkan dengan kemungkinan masa tunggu berangkat haji yang berkisar 15-25 tahun. 

Perlu diingat, jelas Hasan, dana haji yang sudah disetorkan oleh calon haji, bukanlah dana yang aktif. Calon haji hanya mengetahui sisa kekurangan pembayaran setelah dipanggil untuk melunasi, sesuai kuota yang diperoleh. Tidak seperti tabungan yang dapat diketahui saldo dan dapat dimanfaatkan untuk hal lain.

Menurutnya lagi, kalau dana haji ini berada di rekening atas nama pribadi calon, tentu akan lebih banyak manfaat bagi calon haji. Setidaknya, saat tiba waktunya calon haji untuk berangkat, mereka sudah memiliki dana yang cukup. “Jadi lebih baik dikembalikan saja kepada para calon haji itu,” pungkas mantan Bupati Probolinggo ini. (MCNasDem)