35IMG_02091.jpg

Komnas Perempuan (Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan)

Share with:


Kedatangan Komnas Perempuan ini untuk memberikan masukan agar RUU Kekerasan Terhadap Perempuan dimasukkan ke dalam Prolegnas 2015. Kunjungan Komnas Perempuan ke Fraksi NasDem ini disambut oleh Prof. Dr. Bachriar Aly, Kresna Dewanata Phrosakh, Drs. Taufiqulhadi, dan Hj. Trimurny pada 23 Januari 2015.

Komnas Perempuan menilai dengan masuknya RUU itu dalam Prolegnas, sebagai bentuk tanggung jawab negara terhadap perempuan dan sangat penting untuk ada. Hal ini dikarenakan banyak tindakan yang terjadi bahkan penegak hukum tidak dapat berbuat apa-apa terhadap kekerasan seksual. Kasus kekerasan dan pelecehan terhadap perempuan ini termasuk darurat, setiap harinya menimpa terhadap 35 perempuan atau menimpa 2 orang setiap jamnya.

Perempuan dan anak adalah warga negara yang paling rentan menjadi kekerasan seksual. Bahkan sepanjang 2010-2014 Komnas Anak menangani 82% kekerasan seksual terhadap anak. Selain itu, Komnas Perempuan juga mencatat, antara 1998 hingga 2010 dari total 400.939 kasus kekerasan yang dilaporkan, sebanyak 93.960 kasus di antaranya merupakan kasus kekerasan seksual yang 22% merupakan kekerasan seksual yang belum tersedia payung hukumnya.

Kekerasan tersebut sebanyak 80% menimpa TKW di luar negeri. Sisanya terjadi di dalam negeri. Karena itu, negara harus hadir melalui proses penegakan hukum. Komnas Perempuan mencatat dalam kurun waktu 13 tahun terakhir ini kasus kekerasan seksual berjumlah hampir dari seluruh total kasus yang dilaporkan. Dari total 400.939 kasus yang dilaporkan, sebanyak 93.960 kasus di antaranya merupakan kasus kekerasan seksual. Sebanyak 70.115 kasus di ranah personal, 22.284 kasus di ranah publik, dan 1.561 kasus di ranah negara.