46foto-21.jpg

Jokowi Inisiasi Program Magang Pertanian RI-Jepang

Share with:


Jakarta – Fraksi NasDem menyambut baik keputusan kerjasama Indonesia dengan Jepang di sektor pertanian dan maritim, pasca pertemuan Presiden Joko Widodo dengan PM Shinzo Abe, Senin lalu. Dari pertemuan bilateral tersebut, terdapat poin kerjasama untuk membuka kesempatan pemuda Indonesia magang di bidang pertanian Jepang.

Sulaiman L. Hamzah, anggota Fraksi NasDem mendukung penuh kerjasama tersebut. Ketika ditemui Gedung Nusantara I, Rabu (25/03) ia mengaku optimis, “Ini adalah program yang diharapkan berdampak besar. Dengan adanya Magang Petani Muda Indonesia, generasi muda kita bisa belajar mengembangkan pertanian dan belajar teknologinya.”

Anggota komisi IV DPR-RI ini menilai Jepang memang negara yang sedari awal cukup antusias bekerja sama dengan Indonesia, ditambah teknologi dan inovasi pertanian Jepang sangat maju. “Selain inovasi bibit, teknologi intensifikasi untuk menyiasati lahan sempit di Jepang sangat maju, juga teknologi pengelolaan panen yang menjadi faktor penentu kualitas hasil panen. Di Indonesia saat ini, teknologi alat pengering padi tidak seluruhnya bagus, maka hasil beras pascapanen memiliki kadar air berlebih, dan beras mudah rusak,” jelasnya.

Sulaiman mengharapkan, “Besar keinginan kita, agar minat anak muda terhadap pertanian semakin tinggi. Kita membutuhkan petani-petani yang memiliki pengetahuan modern, baik dari pertanian hulu hingga hilir.”

“Jika pemuda-pemudi ini telah mendapatkan ilmu dari magang, maka tentu pertanian telah digarap dengan teknologi dan pengetahuan modern. Lahan kita tidak lagi ditinggalkan oleh pemudanya, karena di kampung menggarap pertanian lebih menjanjikan, tak lagi melulu harus ke kota,” paparnya sembari tersenyum.

Sulaiman melihat, dari program magang ini juga dapat dihadirkan kembali penyuluh pertanian lapangan (PPL), yang dulu sangat berperan aktif bersama petani mengelola pertanian. “Kepada siapa lagi kita berharap untuk melanjutkan kultur agraris bangsa ini. Ayo anak muda, kembali bertani, dan bersama petani menjadi pondasi kedaulatan pangan bangsa,” serunya mengakhiri. (MCNasDem)