2050arema1.jpg

Agar Tetap Tampil di ISL 2015, Dewa Dukung Arema dan Persebaya

Share with:


Agar Tetap Tampil di ISL 2015, Dewa Dukung Arema dan Persebaya

Jakarta –  Klub sepak bola Arema dan Persebaya yang mendapatkan ancaman sanksi dari Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI), mendapat pembelaan di Gedung DPR-RI. Dua klub bola dari Jawa Timur itu terancam tak bisa berlaga di Liga Super Indonesia (ISL)

Legislator Fraksi NasDem, Kresna Dewanata Phrosakh ngotot meminta BOPI untuk tetap memberi rekomendasi kepada kedua klub itu agar tetap bisa berlaga di ISL 2015.

Pembelaan politisi yang akrab disapa Dewa ini memang bukan tanpa alasan, ia memang berasal dari Kota Malang dan juga pendukung sepak bola nasional. Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi X bersama BOPI dan Kemenpora, Senin lalu (06/04) di Gedung DPR-RI, Dewa membela klub sepak bola dari dapilnya tersebut, dan meminta rekomendasi sanksi BOPI yang telah disampaikan ke Kemenpora untuk ditinjau ulang.

“Komisi X memberikan rekomendasi sebagai jalan keluar bagi dua klub ini. Kita berharap Arema dan Persebaya dapat segera melengkapi berkas dan persyaratan yang ditetapkan BOPI sebelum berakhir setengah musim kompetisi,” terangnya. Dewa mengharapkan manajemen klub bisa mengikuti apa yang sudah direkomendasikan di Komisi X DPR RI.

Dewa sendiri akan langsung menemui manajemen Arema dan Persebaya untuk menindaklanjuti rekomendasi yang dihasilkan. Politisi berusia 29 tahun ini menambahkan, “Jika sampai tengat waktu setengah musim belum juga dipenuhi, barulah rekomendasi BOPI mengenai sanksi dapat berlaku.”

Arema dan Persebaya memang terancam tak dapat ikut dalam ISL 2015 yang telah berubah nama menjadi QNB League itu karena adanya dualisme kepengurusan. Ketika ditemui di ruang kerjanya, siang tadi (8/4) Dewa yakin bahwa konflik internal klub harus bisa diselesaikan, bahkan tidak ada dualime. “Ya, (khususnya-red) di Arema itu tidak ada sebenarnya dualisme,” ujarnya.

“Pendapat Kemenpora dan BOPI yang masih tidak mau memberi rekomendasi kesertaan Arema dan Persebaya dalam ISL sampai persyaraatan terpenuhi, tetap harus kita hormati. Namun perjanjian dan rekomendasi yang telah dihasilkan di dalam rapat kemarin harus dilaksanakan oleh semua pihak,” ujar Dewa.

Dewa berharap kedua tim dapat segera melengkapi berkas dan persyaratan yang di tetapkan BOPI sebelum berakhir setengah musim kompetisi, dan optimis kedua klub yang telah berpuluh tahun mengikuti liga ini akan tetap mengikuti ISL 2015. Pembelaannya terhadap olahraga rakyat dan kompetisi ini karena sepak bola merupakan bagian dari hiburan masyarakat. “Di tengah situasi politik dan ekonomi yang saat ini menghangat, apa lagi hiburan bagi masyarakat. Sepak bola salah satunya, dan olah raga ini digemari oleh mayoritas masyarakat Indonesia, apalagi ini adalah kompetisi nasional,” tegasnya.

Arema dan Persebaya sendiri sempat diminta menandatangani perjanjian untuk bersedia melengkapi persyaratan yang dimintakan BOPI. Rekomendasi BOPI kepada Kemenpora untuk diberi sanksi tidak mengikuti ISL 2015 dianggap Dewa sebagai upaya BOPI dan Kemenpora untuk meningkatkan profesionalitas penyelenggaraan kompetisi di Indonesia. “Memang kita masih menemui banyak kendala dalam menghadapi penyelenggaraan olah raga secara profesional. Namun upaya untuk menuju itu tetap dijalankan,” ucapnya optimis. (MCNasDem)